Terakhir yang menjadi sorotan tajam media adanya pengakuan resmi yang dilakukan oleh Persebaya Surabaya. Setelah gagal mendapatkan Fachrudin, bek yang memiliki ukuran badan terbilang tinggi ini menjadi bidikan Persebaya. Tak tanggung-tanggung pula, Persebaya pun menyatakan bahwa Fachrudin sudah resmi direkrut untuk menjadi anggota tim Persebaya. Terbukti dengan dirilisnya catatan pemain Persebaya yang turut mengarungi liga ISL musim depan, juga mengikutsertakan nama bek berumur 24 tahun ini.
Atas kejadian ini, sontak Persepam Madura yang masih memiliki Fachrudin pun terkejut. Pasalnya, pihak manajemen Persepam Madura 100% yakin atas Fachrudin yang tetap berminat untuk membela pasukan Madura di musim depan.
Pihak manajemen Persepam pun tak ingin terlarut dalam kegalauan yang berlanjut. Manajemen Persepam lebih memilih acuh tak acuh terhadap pernyataan Persebaya yang berkata telah menggaet Fachrudin. Untuk menegaskan keyakinan pihak manajemen bahwa beknya itu akan tetap beraksi di Gelora Bangkalan, Manajer Persepam pun berkata “Tidak mungkin lah Fachrudin pindah. Sedari awal sudah terjadi deal dan Fachrudin pun sudah terima uang panjer untuk kelanjutan kontraknya. Saya yakin Fachrudin adalah pemain profesional dan tidak akan bermain-main dengan kontrak”.
Achsanul Qosasi, sang Manajer Persepam. Alias tim yang dijuluki tim Sape Karap itu pun menambahkan “Fachrudin sudah menetapkan diri untuk tetap bermain di Persepam. Lalu buat apa terlalu memikirkan Persebaya yang mengaku-ngaku telah resmi memiliki Fachrudin”.
Pernyataan Achanul pun akhirnya disambut positif oleh pemain yang memiliki julukan F-26. Kata pemain bek tersebut “Saya sudah kerasan di Persepam, karena pihak manajemen benar-benar menghargai saya. Saya merasakan betul hal ini”. Tambah bek dengan tinggi badan 1,88m itu “Pokoknya keputusan saya sudah bulat dan final. Persepam adalah pilihan saya”.
Berbicara di sisi lain, Walau Persepam berhasil mempertahankan beknya itu, sangat disayangkan Persepam harus kehilangan kipernya, Alfonsius Kelvan. Alfon dipastikan tidak ingin melanjutkan aksinya di Sape Karap, karena masih ingin menjajal pengalaman baru di luar Madura. Kabarnya, pengganti Alfon pun sudah ditentukan pihak manajemen Persepam.
Terakhir beredar rumor pihak menejemen Persepam membidik nama Jendry Pitoy, sang kiper kenamaan Papua tengah dalam proses teken kontrak dengan pihak Persepam. Namun, kabar burung lain yang tersebar adalah Jendry pun tengah dibidik Persebaya. Memang dimana ada gula selalu ada semut. Pemain handal selalu jadi rebutan demi menyabet gelar juara bagi tim.
